ooh tanggal 19!

oohhh tanggal 19 cepatlah datangg.. aku ingin sekali menemuimuu…

ohh liburan cepatlah datangg.. aku ingin sekali menemuimuu..

ohh tahun baru cepatlah dataang.. aku ingin sekali menemuimuu..

ohh BALII cepat *eh ntar aja deh datengnya, jangan cepet2, masih gendut nii. nunggu sampe kurus dulu yee!

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

my article.

sebenernya gue bingung mau ngepost apa. tapi karena gue udah stress duluan besok uas gue ada dua, dan gue bingung mau belajar uas MANAGERIAL ACCOUNTING dulu atau FINANCIAL AUDIT & CONTROL dulu, akhirnya pilihan gue jatuh pada… ngepost blog aja!

tapi gue males nulis panjang lebar. jadi, gue sekarang mau pamer aja yaa. emang basi sih, dan ga penting (eh lumayan penting deh buat gue), gue mau pamer artikel yang gue bikin yang masuk ke koran! dua koran lagi, padahal kan ga boleh yaa. artikel itu emang tugas sebenernya buat kuliah ekonomi, tapi ternyata bisa masuk koran beneran! walopun cuma koran lokal sihh. artikel gue judulnya “LEBIH BAIK TAHAN BUNGA KREDIT”. pembahasaannya sok keren gitu yah? hahha udah deh, nih gue mau pamer, artikel gue yg versi koran on-line nya. korannya PELITA sama TRIBUN JABAR.

Nih yang masuk Tribun Jabar. (gue sampe beli korannya 5 biji yg edisi ini, haha makluum ga pernah banget gue nulis artikel, jadi bangga banget kynya masuk koran. berasa pinter gitu! hahah) oiya, btw gue dpt duit loh dari koran ini.. haha ga seberapa sih, tapi lumayan lah, haha

tribun-jabar

Nih yang masuk PELITA.

pelita

ya, walaupun emg udh dari bulan agustus, ya gpp lah yaa gue bagi2 cerita lagii, sekalian pamer. hahha

gue ngepost blog ini terinspirasi gara2 gilang shanahan ngepost blog yang tentang tulisannya dia di kutip sm kompas itu, hehe maap yaa gill.. emang gue ga kreatif.. haha

udah ah! belajar dulu! besok uas 2! cau,

oia klo mau baca artikel gue dengan lengkap nih buka aja :

http://www.hupelita.com/baca.php?id=54111

http://tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=16736&kategori=37

Leave a comment

Filed under Uncategorized

My comment about 10 Paradoxes of Mihaly

Dalam post ini, saya ingin memberi komentar tentang post yang ditulis oleh Pak Agus Nggermanto, yaitu tentang 10 sikap paradok yang dimiliki oleh orang kreatif yang dinyatakan oleh Mihaly Csikszentmihalyi dalam bukunya Creativity: The Work and Lives of 91 Eminent People.

Berikut ini adalah 10 sikap paradok yang dinyatakan oleh Mihaly:

1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.

Orang kreatif memang seperti tidak terlalu mengeluarkan energi yang banyak, karena tanpa harus susah payah dan capek2, orang yang benar2 kreatif bisa selalu mengeluarkan ide2 baru yang brilian. Jadi, kalau dibilang spt kata2 di atas, saya setuju. Karena, orang yang kreatif biasanya memiliki pengaturan energi yang pas dalam merealisasikan idenya (dengan cara yg kreatif pula), tetapi juga sering diam dan istirahat, untuk mencari ilham2 baru ketika dalam keadaan tenang.

2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.

For this point, i quite disagree. Karena, menurut saya orang kreatif adalah orang yang memang pintar pada bagian otak kirinya (bener kan ya?). Sedangkan kalau orang naif itu harusnya dia tidak bisa membedakan antara sesuatu yang biasa dengan sesuatu yang baru atau istimewa. Menurut saya, orang naif adalah orang polos yang berpikiran sempit, dan orang kreatif seharusnya tidak begitu. Orang kreatif harus memiliki pikiran yang luas. Tapii, bisa beda arti apabila naive dalam hal ini diartikan sebagai kekanak2an. Karena, orang kreatif memang harus memiliki sikap kekanak2an agar kreatifitasnya berkembang dan orisinil.

3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.

Wah saya setuju sekali dengan kalimat di atas. Orang kreatif itu harus bisa menggabungkan antar sifat main2nya dia dengan disiplinnya dalam bekerja. Sehingga dpt menghasilkan suatu karya yang baru dan menyegarkan, yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. Untuk responsibility dan irresponsibility juga saya setuju. Maksud irresponsibility dalam hal ini adalah dia berani untuk berimajinasi sesuatu yang ‘tidak bisa dipertanggungjawabkan’. Sesuatu yang tidak pernah/ tabu di pikirkan oleh orang lain. Tidak terpaku oleh batasan2 dan aturan2 yang berlaku. Maka, ia dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.

Untuk hal ini, saya bilang orang kreatif bukan alternate antara imajinasi dan reality. Bahkan menurut saya, sikap orang kreatif itu biasanya menggabungkan antara imajinasi dengan realita,bukannya memakainya berganti2an. Mungkin dalam suatu proses menghasilkan sebuah karya, orang kreatif harus bergantian antara imajinasi dan realita. Tetapi dalam karya itu sendiri biasanya orang kreatif menggabungkan keduanya. Bukan menghasilkan karya yang terpisah antara realita dan imajinasi.

5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.

Yeah, i agree! Orang kreatif itu extroverted dalam karyanya. Jadi dia mengekspresikan perasaan, ide, atau kehidupannya dalam karyanya. Tetapi, dalam kehidupannya sehari-hari biasanya orang kreatif cenderung untuk tidak banyak bercerita, atau cenderung introverted. Dia lebih ingin perasaan atau kehidupannya diceritakan dalam karyanya.Terkadang penumpahan emosi dalam karyanya lebih tajam atau frontal, dibandingkan dengan orang2 yang extroverted pada kehidupan nyata.

6. Creative people are humble and proud at the same time.

Untuk statement kali ini saya sedikit bingung mengartikannya. Karena, dia bisa rendah hati dan sombong dalam waktu yang bersamaan. Hmmm… Rendah hati dan sombong adalah tergantung masing2 individu, dan tergantun waktunya. Sepertinyaa,, saya kurang setuju dengan statement di atas. Karena, menurut saya mereka tidak bisa rendah hati dan sombong dalam waktu yang bersamaan, tetapi dalam waktu yang terpisah. Mungkin bisa diartikan, mereka terlihat rendah hati secara luar, tetapi dalam hatinya ada kesombongan atas kehebatannya.

7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.

Saya setuju. Orang kreatif harus bisa keluar dari peran2 yang kaku, yang selalu mematuhi aturan2 yang berlaku. Dia harus bisa berbeda dari acuan (model/pattern) yang selama ini kaku orang2 lain pakai. Orang kreatif tidak akan takut dengan keluar dari comfort zone atau dari mindset kebanyakan orang. They always think aout of the box.

8. Creative people are both rebellious and conservative.

Inilah image yang selalu saya berikan pada orang kreatif. Orang kreatif dapat menggabungkan antara sifat pemberontaknya dengan hukum2 pasti lama yang tradisional. Sifat pemberontak dipakai dalam pembuatan karya2nya, untuk idenya yang orisinil. Tapi sikap conservative juga dipakai dalam teori2 teknikalnya, dan yang terpenting sebagai hukum2 lama yang mendasari sifat pemberontakannya tersebut.

9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.

Ya, memang benar. Mereka sangat bersemangat dengan karyanya. Tetapi karena mereka memang orang yang kreatif, sehingga mereka pun dapat berpikiran secara objektif. Apabila hasil karya orang lain memang lebih bagus atau ide orang lain lebih brilian, maka mereka akan mengakuinya dan berpendapat objektif. Tetapi, hal tersebut dapat meningkatkan motivasinya untuk mengeluarkan ide atau karya yang lebih kreatif lagi.

10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.

Ya, keterbukaan orang kreatif yang sering di luar aturan dan terkadang2 frontal bisa membawa dua kemungkinan efek baginya, yaitu penderitaan untuknya tapi juga kegembiraan untuknya. Dan, dua efek terbut bisa ia rasakan dalam waktu yang bersamaan. Contohnya, seniman yang secara terbuka dan peka mengkritik pemerintahan yang bobrok, lalu ia ditangkap dan di penjara. Secara realita, mungkin ia merasakan penderitaan dan sakit. Tetapi, ia mendapatkan kegembiraan dan kepuasan hati atas kreativitasnya.

Itulah analisa dan komentar saya mengenai 10 paradox tersebut. Ada paradox yang saya setuju, yang tidak setuju, ada pula yang saya tidak memutuskan apakah setuju atau tidak. Tetapi paradox ini hanya gambaran secara umum, semuanya kembali ke individu masing-masing.

Terima kasih pak Agus!!

Leave a comment

Filed under Uncategorized

lulus S1, what’s next?

Pada udah tau belom setelah lulus s1 terus mau ngapain? Jujur aja, kalau saya sendiri sih masih bingung. Sebenernya pilihan orang sih rata-rata antara kerja, bisnis, atau ngambil S2, atauu jangan – jangan ada yang maulangsung kawin lagi. hehe. Semua ga ada yang salah kok, tergantung pilihan orang masing-masing. Tapi, setelah lulus S1, kayanya bakal menentukkan jalan hidup kita banget deh. Menentukkan masa depan kita, mau kita bawa kemana hidup kita ini, mau jadi apa nantinya.

Dari dulu sih emang cita-citanya ingin kerja di multinational company. Saya sih pengennya tetep di Indonesia. Padahal sih harusnya kalau mimpi tuh kan setinggi-tingginya ya. Cuma untuk saat ini, target saya belum sampai tinggal di negri orang. Karena kalau tinggal di luar negri, untuk selamanya, kayanya masih belum bisa deh. Masih belum bisa meninggalkan negara tercinta, terutama keluarga tercinta. Tapi, kalau ada tawaran kerja di luar negri untuk beberapa tahun, sangat mungkin saya terima. Walaupun saya masih mikirin get some – lose some nya..

Tetapi, yang bikin saya bingung banget karena tuntutan dari beberapa orang, khususnya orang tua saya dan kakek saya. Orang tua saya ingin sekali saya meneruskan bisnisnya di bidang properti. Padahal saya sama sekali ngga ngerti soal properti, dan saya belum kepikiran untuk jadi pebisnis. Masih mikir buat kerja di multinational company dan meniti karir disana, hingga mendapatkan gaji tinggi. Soalnya, jujur aja saya bukan tipe orang yang risk-taker. Tetapi, emang persaingannya kuat banget sih, dan saya juga ga tau apa saya bisa survive ato ngga. Kesannya pesimis banget ya? Yah, maklum maish belum tau persaingan di dunia nyata sana. Lalu, karena tuntutan orang tua itu, saya menjadi semakin bingung. Karena, kalau bukan saya dan kakak saya yang meneruskan perusahaannya, lalu siapa yang meneruskan? Apa rela perusahaan ayah saya nanti sukses dibawa sama anak orang lain? Saya juga jadi mikir, dan kasian juga kalau perusahaan ayah saya harus berhenti karena anak2nya tidaka ada yg mau ngelanjutinnya.

Ada lagi, tuntutan dari kakek saya untuk mengambil S2, lebih baik lagi kalau sampai S3. Karena, sampai saat ini belum ada yang dapat diwarisi toga S2nya. Maka beliau berharap sekali pada saya atau kakak saya untuk menjadi S2. Saya emang target harus sampai S2, tapi saya masih bingung kapan itu. Apa setelah S1 langsung, atau setelah kerja, atau bahkan setelah udah stable? Banyak yang dipikirin. Banyak yang bilang gelar sekarang udah ga terlalu diliat, yang penting work experience. Tapi, banyak juga yang bilang gelar bisa menentukkan di level/posisi mana orang akan ditempatkan. Jujur lagi, kalau setelah S1 langsung S2, ada faktor iri dengan teman-teman yang sudah memiliki penghasilan sendiri dan usaha sendiri *sekarang aja udah mulai ngiri. Tetapi, sang kakek selalu berkata, lebih baik cepat dapat uang tapi hanya segitu2 aja, atau dapat uangnya nanti tapi langsung ke level tinggi? wah semakin membuat dilemma.

Huiih bingung. Saya sampai sekarang masih belum tahu apa yang aka terjadi setelah saya lulus. Mungkin saya akan melamar di perusahaan property yang sudah sukses, lalu mengambil pelajaran dari sana, untuk akhirnya meneruskan perusahaan ayah saya. Tapi, mungkin juga saya langsung mengambil S2. Huih. Who knows? Only God and time..

1 Comment

Filed under Uncategorized

kado untuk setahun.

ini salah satu ide kado terkreatif yang pernah saya dengar. kado ini sudah dipraktekkan sebelumnya oleh pacarnya salah satu teman kost saya ketika teman saya itu berulangtahun. dan pas saya dengar kadonya apa, saya lansung bergumam, ‘waah kreatif sekali pacarnya..’ 

jadii, kadonya sangat simpel, hanya saja idenya yang kreatif. kadonya berbentuk toples yang didalamnya ada 12 kertas yang digulung-gulung. kertas-kertas tersebut harus dibuka setiap bulannya. di bagian luar kertas tersebut sudah ditulis nama bulannya, dan harus dibuka pada tanggal 1 sesuai dengan nama bulannya. di dalam kertas itu akan ada tulisan/kata-kata dari si pemberi kado yang memberikan clue dimana dan kapan mereka harus bertemu, agar si pemberi kado dapat memberikan kado untuk bulan tersebut. jadi, dalam toples itu akan ada 12 kado berbeda yang mengejutkan, dan akan ada 12 kesempatan bagi mereka untuk bertemu di 12 tempat yang berbeda. Sehingga, ulang tahun si penerima kado akan terus terasa sampai tahun berikutnya. bukan hanya ketika hari dia ulang tahun saja. kreatif yaa??

susahnya si pemberi kado harus selalu memikirkan barang apa yang bisa dia beri yang berbeda setiap bulan, dimana barang tersebut harus bisa menyenangkan si penerima kado itu. tapi, untuk someone special, apa sih yang susah? 

oia kado itu jadi membuat saya ingat film ps. i love you, dimana sang wanita selalu mendapat surat yang berisi kejutan2 dari suaminya, setelah suaminya meninggal dunia. sang laki-laki sudah membuat plan semateng2nya untuk melupakan kesedihan istrinya sepeninggal kematiannya. agak beda jauh emang.. tapi konsepnya agak2 sama, yaitu memberikan kejutan yang berkelanjutan buat someone specialnya. bisa dibilang ‘sustainable surprise’ lah. haha. so sweet ya. hehe

Leave a comment

Filed under Uncategorized

a little share.

hari yang sangaaaat mengecewakan hari ini. dan hari ini gue juga jadi sangat tau kalo gue sangat jauh dari seseorang yang baik hati. gue belom bisa jadi teman yang baik nih. huhu. tp insyaallah gue selalu belajar bisa jadi orang yang lebih baik. amin.

*eh btw boleh curhat ga sih disini? maap yaa, curcol dikit. bingung mau nulis dimana.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Creative Celebration for Grandparents’ 50th Anniversary (Part II)

As I explain in the previous blog about the same topic, now I want to tell you how the show is going. The show is not so bad, I mean is Good! for immature like us.

Before our performance, we fell out in a tighten condition. Because, before us, there is a band from UI’s Professor who played jazz music, that seems kind of “time-to-go-home” music. Some people come near to my grandparents to say goodbye. I almost cry when I realize there are already many empty seats. Fortunately, the stage manager cut the performance from Professor Band to let our team perform our drama. Fiuuh thanks God! And when I was on stage, I realize there are still many people left in their seats.

I’m glad to be part of my drama team. That makes us more known each other during rehearsal than before.

All the Cast and Crew of the 50th ES Anniversary Drama

Leave a comment

Filed under Uncategorized